Pendidikan Favorit: Belajar Online dari Sugapa

Awal 2020, saya baru lulus dan kembali ke Sugapa. Di kampung, akses ke kursus atau pelatihan tatap muka nyaris tidak ada. Internet pun hanya stabil pada malam hari. Saya frustasi karena merasa tertinggal dari teman di kota. Hingga suatu malam, sepupu mengirimi tautan webinar gratis tentang desain grafis. Saya ikut dengan ragu, tapi justru dari sanalah saya menemukan cara belajar yang paling cocok: daring.
Mengapa Pendidikan Online Menjadi Favorit Saya
Setelah ngikutin beberapa webinar dan kursus singkat, saya sadar bahwa pendidikan favorit saya adalah yang bisa saya akses kapan pun, tanpa harus meninggalkan kampung. Platform seperti Coursera dan Ruangguru menawarkan materi berkualitas dengan biaya murah, bahkan gratis. Saya pernah mendaftar kelas public speaking dari universitas luar negeri hanya bermodalkan paket data. Fleksibilitas ini memungkinkan saya belajar sambil membantu orang tua di kebun.
Tantangan utama di Sugapa adalah sinyal dan listrik. Solusi saya: unduh materi saat sinyal bagus, pelajari saat listrik mati. Saya juga memanfaatkan forum diskusi untuk bertanya pada instruktur. Perlahan, skill menulis CV dan wawancara kerja saya meningkat. Tahun lalu, saya lolos seleksi beasiswa dari program Kemendikbud berkat portofolio yang saya bangun dari kursus online. Pengalaman ini membuktikan bahwa pendidikan favorit bukan soal tempat mewah, melainkan seberapa cocok metode tersebut dengan gaya hidup kita Untuk gambaran lebih luas, baca pendidikan online.

Bagi teman-teman yang merasa akses terbatas, jangan ragu mencoba belajar daring. Mulai dari satu kelas gratis, konsisten, dan catat progresnya. Pendidikan favorit tidak harus mahal atau formal—cukup yang membuat kita terus ingin belajar. Kalau saya bisa dari Sugapa, kamu pasti bisa juga.
Sumber lanjutan: sumber resmi